Cari Blog Ini

Jumat, 24 Februari 2023

D. Proses Pemilihan Ustman bin Affan r.a sebagai Khalifah


    
      
     Utsman bin Affan menjadi Khalifah (23-35 H/644-656 M). Proses pengangkatannya
adalah sebagai berikut..
      Umar bin Khaththab wafat ditikam oleh komplotan anti Islam tahun 23 H/644 M,
komplotan anti Islam itu terdiri atas:
a. Hurmuzan, seorang pembesar bangsa Persia yang telah kehilangan kekuasaan
dan kedudukannya, kemudian menjadi orang biasa dan tinggal di Madinah.
b. Jufainah, berasal dari Persia, semula beragama Nasrani, kemudian masuk Islam,
menjadi guru di Madinah.
c. Abu Lu'lu'ah yang berasal dari Persia. Ia adalah seorang tawanan perang yang
dibawa ke Madinah sebagai budak. Abu Lu'lu'ah yang melaksanakan pembunuhan
terhadap Umar pada waktu sedang shalat subuh.
     Umar tidak mati seketika. la sempat berwasiat dan menunjuk tim yang terdiri atas
enam orang sahabat terkemuka, untuk menentukan dan memilih khalifah sebagai
penggantinya.
Keenam sahabat tersebut adalah :
a. Utsman bin Affan,
b. Ali bin Abi Thalib,
c. Abdurrahman bin Auf,
d. Thalhah bin Ubaidillah,
e. Zubair bin Awwam,
f. Sa'ad bin Abi Waqqash.
     Umar menganjurkan agar putranya, Abdullah ibnu Umar, ikut sebagai peserta
musyawarah tapi tidak boleh dipilih menjadi khalifah. Mereka bermusyawarah,
Abdurrahman mengemukakan sebuah usul. Usulnya sebagai berikut:
a. Dia sebagai pribadi melepaskan haknya sebagai calon khalifah.
b. Sebagai imbalan pelepasan hak itu, dia menjadi ketua tim formatur yang menentukan
calon yang menduduki kursi khalifah.
c. Penentuan dan pemilihan calon khalifah dilakukannya setelah mendengar suara
anggota tim dan suara umat.
     Usulnya itu disetujui oleh semua anggota tim. Hasil musyawarah menunjukkan bahwa
suara berada pada posisi seimbang antara yang memilih Ali dan Utsman. Karena Utsman
lebih tua, Abdurrahman menetapkan Utsman bin Affan sebagai pengganti Umar. Usul itu
disetujui oleh anggota tim. Akhirnya Utsman bin Affan diangkat dan dibai'at sebagai
khalifah yang menggantikan Umar bin Khaththab.

E. Jasa Utsman bin Affan r.a
Setelah beliau diangkat sebagai khalifah, program selanjutnya adalah sebagai
berikut:
a. Membangun Masjid Nabawi di Madinah
     Utsman bin Affan mengadakan rehabilitasi (perluasan dan perbaikan) masjid
Nabawi. Masjid tersebut diperluas dan bangunannya diperindah. Tiang-tiangnya
diganti beton. Sebagian dinding-dindingnya diukir dengan ukiran-ukiran yang indah.

b. Pengumpulan dan Penulisan Al-Qur'an
     Mengumpulkan dan membukukan Al Qur'an merupakan usaha lanjutan dari
khalifah sebelumnya. Pada tahun 26 H, Utsman bin Affan lebih menitikberatkan pada
penulisan Al-Qur'an. Beliau membentuk panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit,  sekretaris Rasulullah. Selain itu, ia juga seorang sahabat yang hafal Al-Qur'an.
Sebagai anggota ditunjuk Abdullah bin Zubair, Sa'ad bin Abi Waqqash dan
Abdurrahman bin Harits bin Hisyam. Tim ini kemudian membukukan Al-Qur'an.
Pembukuan tersebut kemudian dikenal dengan "Mushaf atau Al Mushaf". Al Mushaf
tersebut ditulis sejumlah lima buah. Empat buah dikirim ke daerah-daerah Islam, di
antaranya dikirim ke Mekkah, Syiria, Basrah, dan Kufah. Satu disimpan di Madinah
dan dipegang oleh Khalifah Utsman sendiri. Al Mushaf yang dipegang oleh Khalifah
Utsman bin Affan, kemudian disebut "Mushaf Utsmani atau Mushaf Al Imam".

F. Khalifah Utsman bin Affan r.a Wafat
Dalam memilih para pejabat yang membantu beliau memerintah, sebagian besar
masih merupakan famili atau keluarga dekat. Pengawasan terhadap perilaku pejabat
kurang sekali mendapat pengawasan. Hal ini mungkin karena khalifah yang sudah lanjut
usia. Beliau juga percaya dengan para pejabat yang masih merupakan keluarga. Banyak
keluhan masyarakat yang tidak sampai ke telinga beliau. Hal itu menjadikan resah dan
protes masyarakat. Puncak keresahan ini adalah terjadinya pemberontakan-
pemberontakan terhadap Khalifah. Pemberontakan-pemberontakan itu jugalah yang
akhirnya mengakhiri hidup beliau pada tahun 35 H/656 M.


Penulis: SYAIHUDDIN, S. Pd
Alamat: Kertosono Ramah, Gading- Probolinggo

#SKI
#Khalifahustmanbinaffan
#ShahabatNabiMuhammadSaw

Tidak ada komentar:

RANGKUMAN AQIQAH AKHLAQ Semester 2 Kelas 6

Pelajaran 6 KALIMAT TAHLIL (لااله الا الله) Kecakapan Hidup Setelah mempelajari pelajaran kalimah tahlil kamu diharapkan dapat m...